ILMU JIWA MODERN, ILMU
JIWA DALAM, DAN ILMU JIWA KEPRIBADIAN.
A.
ILMU JIWA MODERN.
Ilmu jiwa dalam perkembangan juga mengalami
suatu revolusi. Dan sesudah itu, ilmu jiwa disebut ilmu jiwa modern, bagaimana revolusi terjadi/ dan siapa pelopornya? Apakah perbedaan antara
ilmu jiwa modern dan ilmu jiwa sebelum revolusi? Aliran aliran apakah yang
timbul sesudah revolusi itu? Dan dimana aliran-aliran itu timbul.?
Sesuai
dengan kemajuan pikiran manusia, maka ilmu jiwa yang telah ada pada waktu itu
tidak lagi emuaskan, karena ilmu jiwa yang telah ada waktu itu tidak lagi
memuaskan. Karena ilmu jiwa waktu itu masih bernaung di bawah payung filsafat.
Belum berdiri sendiri sebagai ng cabang ilmu pengetahuan ilmiah yang mempunyai
bahan penyelidikan dan metode sendiri.
Seorang
ahli ilmu bangasa jerman, yangg bernama Wilhelm Wundt, pada tahun 1875, berhasil
mengumpulkan bahan-bahan yang dapat digunakan sebagai bahan penyelidikan di
dalam ilmu jiwa. Ia juga mendirikan sebuah laboratorium disebuah kota, Laipzig.
Inilah
titik tolak dari revolusi ilmu jiwa.
Perbedaan Khas antara ilmu jiwa
modern dan ilmu jiwa sebelum revolusi, dapat disebutkan:
1. Telah
lepas dari filsafat, dan berdiri sendiri
2. Telah
mempunyai metode penyelidikan tertentu.
3. Mempunyai
cara tertentu di dalam objek yang diselidiki, meski objeknya sebagian masih
tetap kesadaran.
Aliran-aliran
ilmu jiwa yng timbul sesudah revolusi itu ialah:
1. Behaviorisme
dan psychoerefleksologi. Yang pertama di Amerika, yang kedua di Rusia, dan
keduanya mempunyai arah yang sama.
2. Dieptepsychologi,
di Swiss.
3. Gestaltpsychologi,
di Jerman.
4. Denkpsychologi,
juga di Jerman.
5. Ilmu
jiwa sosial, dan sebagainya.
B. ILMU
JIWA DALAM (Dieptepsychologi)
Sebagai
latar belakang timbulnya aliran itu ialah:
1.
Di Wina, pada tahun 1980 DR. Breuer,
seorang dokter urat saraf, mengobati
Anna, seorang gadis Wina yang sakit
histeria yang sangat aneh. Yaitu:
a. Lengan
kanannya lumpuh.
b. Kesadaran
terganggu
c. Bhasanya
sendiri di lupakan, dan hanya berbahasa inggris
d. Tiap
petang hari ia selalu dalam keadaan setengah tidur dan selalu mengatakan
sesuatu, yang rupanya ada hubungan dgn masa lalu.
Dengan kata-katanya
inilah Breuer bertanya jawab dengan pasiennya yang sedang dalam keadaan
setengah tidur(hipnosis)
Anehnya, penyakit si pasien itu
satu per satu hilang, bila sebab sebabnya selesai di ceritakan kepada
dokternya.
Dari hal ini Breur
menarik kesimpulan bahwa:
1. Penyakit
histeria bukan karena keadaan jasmani, melainkan karena emosi yang sangat kuat,
yang menyertai peistiwa-peristiwa pada masa lalu, dan di tekannya.
2. Penyakit
itu dapat diobati dengan jalan mengingatkan kembali kejadian-kejadian yang lalu,yang
di sertai emosi yang kuat itu keluar dari tekanannya
2. Pendapat Prof.
Chartot di Paris, tentang penyakit hiisteria, yang mengatakan bahwa gejala
penyakit lumpuh berpusat pada kurang baiknya susunan urat saraf. Dan penyakit
turun temurun.
3. Janet, Murid
Charcot, yang berpendapat bahwa kurang baiknya susunan urat saraf, menyebabkan
orangnya tidak dapat mengatasi emosi yang kuat. Karena itu, hidup kejiwaan
orang itu tumbuh dalam keadaan tersendiri, tidak sama dengan orang lain, dan
hal ini mempengaruhi hidup kejiwaan seluruh pribadinya.
Adapun tokoh-tokohnya dalam ilmu jiwa ini ialah:
1.
Sigmund Freud.
2.
Carl Gustav Jung.
3.
Alfred Adler.
C. ILMU
JIWA KEPRIBADIAN (personalisme)
W. Stern adalah seorang
ahli ilmu jiwa. Ia adalah seorang professor Di Hamburg. Ia
Terpengaruh oleh ilmu
jiwa asosiasi dan ilmu jiwa Gestalt.
Stern menulis teori
ilmu jiwa nya dalam bukunya person und
sache terdiri dari 3 jilid.
Isinya antara lain
tentang pendapatnya apakah person itu, dan Stren berpendapat bahwa
manusia harus dilihat
sebagai suatu pribadi, sebagai suatu kebulatan yang sebenar-benarnya.
Sebelum
membahas apa psikologi kepribadian, kita perlu tau apa yang dimaksud dengan
“PSIKOLOGI”. Psikologi berasal dari bahasa Yunani, yaitu Psyco yang artinya
adalah jiwa dan Logos yang artinya ilmu pengetahuan. Jadi, kesimpulannya
Psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang perilaku aatau jiwa manusia. Dan
dalam ehidupan sehari-hari psikologi sangat penting untuk kehidupan atau bisa
dikatakan sangat baik dipelajari masyarakat. Kita sudah mempelajari tentang
psikologi, dan sekarang kita mempelajari tentang kepribadian. Apa yang dimaksud
dengan kepribadian?
Maksud dari Kepribadian adalah suatu struktur
dan sekaligus proses atau sebuah perilaku individu. Jadi kepribadian merupakan
sesuatu yang dapat berubah dalam kehidupan sehari-hari. Dari definisi diatas
kita dapat mengartikan Psikologi Kepribadian adalah sebuah ilmu yang
mempelajari jiwa individu dalam melakukan berbagai peristiwa atau perilaku
dalam kehidupan sehari-hari.