indahnya pelangi hanya sesaat

Rabu, 28 Agustus 2019

ILMU JIWA MODERN, ILMU JIWA DALAM, DAN ILMU JIWA KEPRIBADIAN.


ILMU JIWA MODERN, ILMU JIWA DALAM, DAN ILMU JIWA KEPRIBADIAN.

A.    ILMU JIWA MODERN.
 Ilmu jiwa dalam perkembangan juga mengalami suatu revolusi. Dan sesudah itu, ilmu jiwa disebut ilmu jiwa modern,  bagaimana revolusi terjadi/ dan  siapa pelopornya? Apakah perbedaan antara ilmu jiwa modern dan ilmu jiwa sebelum revolusi? Aliran aliran apakah yang timbul sesudah revolusi itu? Dan dimana aliran-aliran itu timbul.?
Sesuai dengan kemajuan pikiran manusia, maka ilmu jiwa yang telah ada pada waktu itu tidak lagi emuaskan, karena ilmu jiwa yang telah ada waktu itu tidak lagi memuaskan. Karena ilmu jiwa waktu itu masih bernaung di bawah payung filsafat. Belum berdiri sendiri sebagai ng cabang ilmu pengetahuan ilmiah yang mempunyai bahan penyelidikan dan metode sendiri.
Seorang ahli ilmu bangasa jerman, yangg bernama Wilhelm Wundt, pada tahun 1875, berhasil mengumpulkan bahan-bahan yang dapat digunakan sebagai bahan penyelidikan di dalam ilmu jiwa. Ia juga mendirikan sebuah laboratorium disebuah kota, Laipzig.
Inilah titik tolak dari revolusi ilmu jiwa.
            Perbedaan Khas antara ilmu jiwa modern dan ilmu jiwa sebelum revolusi, dapat disebutkan:
1.      Telah lepas dari filsafat, dan berdiri sendiri
2.      Telah mempunyai metode penyelidikan tertentu.
3.      Mempunyai cara tertentu di dalam objek yang diselidiki, meski objeknya sebagian masih tetap kesadaran.
Aliran-aliran ilmu jiwa yng timbul  sesudah  revolusi itu ialah:
1.      Behaviorisme dan psychoerefleksologi. Yang pertama di Amerika, yang kedua di Rusia, dan keduanya mempunyai arah yang sama.
2.      Dieptepsychologi, di Swiss.
3.      Gestaltpsychologi, di Jerman.
4.      Denkpsychologi, juga di Jerman.
5.      Ilmu jiwa sosial, dan sebagainya.



B.     ILMU JIWA DALAM (Dieptepsychologi)
Sebagai latar belakang timbulnya aliran itu ialah:
1.      Di Wina, pada tahun 1980 DR. Breuer, seorang dokter urat saraf,  mengobati Anna, seorang gadis  Wina yang sakit histeria yang sangat aneh. Yaitu:
a.       Lengan kanannya lumpuh.
b.      Kesadaran terganggu
c.       Bhasanya sendiri di lupakan, dan hanya berbahasa inggris
d.      Tiap petang hari ia selalu dalam keadaan setengah tidur dan selalu mengatakan sesuatu, yang rupanya ada hubungan dgn masa lalu.

Dengan kata-katanya inilah Breuer bertanya jawab dengan pasiennya yang sedang dalam keadaan setengah tidur(hipnosis)
Anehnya, penyakit si pasien itu satu per satu hilang, bila sebab sebabnya selesai di ceritakan kepada dokternya.

            Dari hal ini  Breur menarik kesimpulan bahwa:
1.      Penyakit histeria bukan karena keadaan jasmani, melainkan karena emosi yang sangat kuat, yang menyertai peistiwa-peristiwa pada masa lalu, dan di tekannya.
2.      Penyakit itu dapat diobati dengan jalan mengingatkan kembali kejadian-kejadian yang lalu,yang di sertai emosi yang kuat itu keluar dari tekanannya
2. Pendapat Prof. Chartot di Paris, tentang penyakit hiisteria, yang mengatakan bahwa gejala penyakit lumpuh berpusat pada kurang baiknya susunan urat saraf. Dan penyakit turun temurun.
3. Janet, Murid Charcot, yang berpendapat bahwa kurang baiknya susunan urat saraf, menyebabkan orangnya tidak dapat mengatasi emosi yang kuat. Karena itu, hidup kejiwaan orang itu tumbuh dalam keadaan tersendiri, tidak sama dengan orang lain, dan hal ini mempengaruhi hidup kejiwaan seluruh pribadinya.
            Adapun tokoh-tokohnya dalam ilmu jiwa ini ialah:
1.      Sigmund Freud.
2.      Carl Gustav Jung.
3.       Alfred Adler.



C.     ILMU JIWA KEPRIBADIAN (personalisme)
W. Stern adalah seorang ahli ilmu jiwa. Ia adalah seorang professor Di Hamburg. Ia
Terpengaruh oleh ilmu jiwa asosiasi  dan ilmu jiwa Gestalt.
Stern menulis teori ilmu jiwa nya dalam bukunya person und sache terdiri dari 3 jilid.
Isinya antara lain tentang pendapatnya apakah person itu, dan Stren berpendapat bahwa
manusia harus dilihat sebagai suatu pribadi, sebagai suatu kebulatan yang sebenar-benarnya.
Sebelum membahas apa psikologi kepribadian, kita perlu tau apa yang dimaksud dengan “PSIKOLOGI”. Psikologi berasal dari bahasa Yunani, yaitu Psyco yang artinya adalah jiwa dan Logos yang artinya ilmu pengetahuan. Jadi, kesimpulannya Psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang perilaku aatau jiwa manusia. Dan dalam ehidupan sehari-hari psikologi sangat penting untuk kehidupan atau bisa dikatakan sangat baik dipelajari masyarakat. Kita sudah mempelajari tentang psikologi, dan sekarang kita mempelajari tentang kepribadian. Apa yang dimaksud dengan kepribadian?
 Maksud dari Kepribadian adalah suatu struktur dan sekaligus proses atau sebuah perilaku individu. Jadi kepribadian merupakan sesuatu yang dapat berubah dalam kehidupan sehari-hari. Dari definisi diatas kita dapat mengartikan Psikologi Kepribadian adalah sebuah ilmu yang mempelajari jiwa individu dalam melakukan berbagai peristiwa atau perilaku dalam kehidupan sehari-hari.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar